Sabtu, 22 Juni 2019

Cahaya di Atas Cahaya - Edisi 2 -



                    Cahaya di Atas Cahaya

Pena_dahlia11
Edisi 2

Duhai Yang Menentukkan Kehidupan adakah ku temui dia sekali lagi sebab ku ingin tahu hatinya. adakah dalam kebaikan hatinya, akan selalu menemukan jalannya untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita seorang insan.

Kini waktu, telah berganti, hari ku telah berubah, dan Sesungguhnya aku telah menentukkan langkahku, meski ragu, namun ku Yakin pada TakdirNya. Percayalah…..

Hingga hari ini, aku masih tak bersuara meski ku tahu engkau begitu mudah menebak seluruh isi hati yang berbicara. Sebab aku telah berkelana jauh dalam doa, aku takut pada rasa yang ku andalkan sendiri.

Cahaya di atas Cahaya, begitulah keagungan pancaran CintaNya, memancar jauh ke dalam hati itu. Dan engkau menjadi begitu bersahaja dalam tenang dan bijaksananya diri.

Dalam tenangmu ku temui suatu arti kebaikan hati. Kini detik waktu berjalan begitu cepat, detik yang ku hitung semakin dekat, inikah saat ku pergi?

Aku tak mudah untuk menggugat janji, tiada dusta sungguh kejujuran diri telah memenuhi setiap jiwa.

Di bawah birunya langit, dan jauhnya pandangan yang memandang, ku bangun negri impian itu.

Di atas hamparan hijaunya bumi, ku semai taman kebahagiaan bersenandung suka cita. ku terinspirasi dari cahaya hati itu yang tak pernah mau berhenti bersinar dalam menyebar bahagia pada tiap-tiap insan.

Aku kini mencatat sebuah nilai yang tak ternilai dengan emas permata dunia, sebuah puncak dari keluhuran budi, terlukis dalam setiap kata yang terucap dari ketulusan.

Aku juga tak dapat  mengingkari yang terjadi saat ini, sebab semuanya adalah kenyataan, meski terkadang begitu sulit untuk dapat di percaya.

Perjalanan kita belumlah di mulai, namun mengapa seolah cerita telah berlalu, adakah aku berharap lebih? Ataukah aku benar-benar akan pergi? Ataukah membersamai sampai waktu yang di tentukan ? ku harap apapun jawabnya aku ikhlas menjalaninya. ku pinta RidhoNya agar tenangkan hatiku berjalan meski tanpa kamu di sisi. ku pinta CintaNya agar bahagiaku tak pernah berujung. Semoga dengan CintaNya, syurga menjadi tempat terakhir bagi kita, dan di sanalah kita akan menemui kebahagiaan yang sesungguhnya.

Kamis, 20 Juni 2019

Cahaya di Atas Cahaya

CAHAYA DI ATAS CAHAYA
19 Juni 2019
Pena_Dahlia11

@mauliddin_nuur1108dahlia

 Cahaya di antara warna kehidupan

Ada kisah yang ku ukir dengan keanggunannya

Halusnya perasaanmu tak tersentuh

Aku terpukau dengan hati yang bijaksana

Yang ku mau, tetaplah sesederhana ini

Aku kan terus membersamai mu.

Di dalam Sanubariku,tak mampu mengelak

Ikatan ini,kuat merasuk ke dalam sukma

Aku tetap terpukau

Tentang sinar matamu yang terpancar indah

Aku masih memandangmu

Senyum mu menghiasi seluruh bahagia di hati

Curahan kebeningan jiwa itu

Ada dan bersemai indah di qalbu

Hanya menyinari hakikat ketulusan

Anugerah tak terganti dari Tuhan Semesta Alam

Yang dia titipkan untukku

Akan ku jaga,hingga akhir nafasku di atas dunia.

        “Duhai kisah, ajari aku agar ku temui jawaban dari sebuah pertemuan, dengan hati seluas samudra engkau persembahkan arti kejujuran diri, hadirmu memberi ketegaran, pergimu menguatkan jiwa, Indah pribadimu kasih memberikan bahagia”

Di pagi yang indah, bulir embun masih di sini setia menemani tak ingin beranjak pergi, ku ungkapkan rindu pada nama yang ku ingat dengan jelas dengan raut wajah bersahaja. Cahayamu indah mengingatkan ku pada baik dan lembutnya hati. Tiada kata yang mampu menggambarkan betapa aku begitu menghargaimu dengan setulusnya. Aku hanya terus bersyukur atas segala Anugrah ini, sejujurnya terkadang aku benar-benar merasa tak pantas menerima ini semua, Namun CintaMU menguatkan keyakinanku atas segala KuasaMU yang bertahta megah di atas ArsyMU.

Dalam bersahajanya ayunan angin di pagi hari, Suara Murrotal Q.S An Nuur dari Syeikh Salman Al Utaybi begitu menggetarkan jiwa. Berikut terjemahannya….

              “ALLAH (pemberi) cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya ALLAH, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara yang di nyalakan dengan minyak dari pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak di sentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), ALLAH membimbing kepada cahayaNYA siapa yang Dia kehendaki, dan ALLAH membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu.
(Q. S AN NUUR:35)

Ketika hati begitu tergetar mendengarkan bacaan syahdu dan penuh hikmah dari Q.S An-Nuur, ku mulai jauh berpikir, duhai….betapa Indahnya Cahaya ALLAH, adakah aku kelak akan sampai berjumpa PadaNYA. Kini ku merindu, mengungkapkannya dalam bait-bait kata dan puisi dalam tulisan “Cahaya di Atas Cahaya”. Aku hanyalah insan yang mengukir kisah karena Rindu Perjumpaan padaNYA. Ku jalani kehidupan bersebab Cinta dan RidhoNYA, dan DIA memilihkan kamu sebagai temanku berjalan di atas roda-roda kehidupan yang berputar melewati masa dan ruang waktu yang tak dapat ku prediksi bagaimana gelora dan permainannya.

Ketahuilah duhai yang terpilih, untuk pertama kalinya aku jujur pada diriku, mengakui seluruh Karunia tak terganti, tak ku palingkan wajahku untuk menjauhimu, dan tak ku beranjak dari sisimu meski mungkin engkau yang akan memintanya. Aku akan terus memastikan bahwa kamu akan selalu baik-baik saja. Terima kasih telah hadir sebagai jawaban dari seluruh pertanyaanku. Semoga yakinku adalah Keyakinan berlandaskan Iman Kepada TakdirNYA. Jika waktu berganti, tentu aku masih tetap ingin membersamai hingga SyurgaNYA. 

Edisi masih akan bersambung yaaaa………………..

Nantikan Edisi berikutnya……….

Selasa, 18 Juni 2019

Cahaya di Atas Cahaya

Bismillah.....

Good Morning Everyone..
Akan Segera terbit kumpulan puisi kami dng pembahasan terbaru....

                    Cahaya di Atas Cahaya



Mauliddin Nuur

Senin, 17 Juni 2019

Menggapai Doa


Edisi 2

Menggapai Doa
Oleh:Pena_dahlia11
@mauliddin_nuur


Ku Temukan dia dalam lautan doa penuh khusyuk. Ku capai cinta dalam keagunganNYA. Sungguh besar KuasaMu, insan lemah Engkau kuatkan jua. Semoga ini kekal hingga SyurgaNYA.

Ku ukir kisahku melalui goresan ini.......
dan hanya Dia yang mengabulkan apa yang di pinta. Dalam hening aku terus bermunajat padaNYA.

"Dialah ALLAH Yang Maha Pemurah
Namun wajah ini malu untuk menghadap
Kaki ini takut untuk melangkah
Dan dengan lidah apa aku harus berbicara, jikalau seluruh badan ini terbalut oleh dosa.

Dengan wajah apa aku menghadap kepadaMU Ya Rabb..
Bisakah hatiku datang sendiri yang datang kepadamu untuk bermunajat..
Sesungguhnya tentara-tentara telah penuh dengan dosa.
Mereka takut menghadap, bahkan rajanya pun sempit, hatinya sakit, sehingga lahirlah tentara-tentara pemaksiat.

Ya Rabb..
Jika hatiku tak lagi bening, bisakah AmpunanMU turun kepadaku dengan beningnya air mataku di saat tersungkur sujud di hadapanMU?"  (source:Np)

       Sungguh nafas kehidupan telah ajarkan hati membina jiwa, menuju pada jejak-jejak cahaya, meniti putihnya sungai kehidupan abadi. Dalam doa ku persembahkan seluruh jiwa dan ragaku untuk tersungkur mengiba dalam kemaharibaanMU. Aku lemah tanpa PertolonganMU,namun percayalah aku Yakin PadaMU. dan Aku melihat yakinku mendatangkan jawaban pasti.

Sabtu, 15 Juni 2019

Menggapai Doa

                               
                                    MENGGAPAI DOA
Karya : Pena_dahlia11
@mauliddin_nuur1108dahlia

Dalam hitungan menit, mentari kan bersinar kembali,
Menyambut pagi yang baru,
Semenjak mentari mengisahkan senja dengan warna jingganya,
Dan waktu terus bergulir halus.
Waktu terus berganti,
Langkah akan terus berjalan,
Dan hidup akan terus kita jalani,
Hingga sampai pada batas waktunya.

Kini mentari telah indah di ufuk timur,
Bersinar menggapai daratan bumi yang luas,
Menyinari setiap yang tersentuh oleh sinarnya,
Meski sebahagiaan langit tertutup dengan serpihan kelabunya awan,
Menutup eloknya sinar mentari yang kekuningan,
Namun percayalah, terangnya tetap menggapai bumi.


            Dalam lembah kehidupan, kita akan melewati batu-batu loncatan kehidupan. Berjalanlah terus kedepan, temui sinar bahagia dari kehidupan, lantunkan cita dalam doa yang luhur akan kemurnian dan putih sucinya. Memahami kehidupan dalam bingkai doa dan harapan. Ku mulai kisahku dengan seutas tali cinta dan ketulusan. Harapan nyata ku rangkai dalam tinta-tinta penuh warna dan corak, lalu ku basuh dengan air penyejuk jiwa. Aku percaya dan kamu juga pasti percaya bahwa kebahagiaan kita tentukan sendiri dan kita perlu untuk membuktikan itu semua. Percayalah..aku juga selalu berharap bahwa aku dan kamu akan berjumpa dalam bahagia, meski melalui doa-doa penuh tulus dan ikhlas.

Setiap insan-insan jiwa terus merangkai cinta dalam doa, dan berharap doa akan ku gapai seindah lembayung ayunan ombak di ufuk senja. Doa adalah kekuatan magic yang hanya mampu di rasakan oleh mereka yang punya keyakinan kuat akan campur tangan Tuhan Semesta Alam. Doa menjadi terowongan yang menembus batas kehidupan dan menjangkau hati-hati yang tak dapat terbaca oleh pandangan mata.

Satu hal yang pasti, jiwa yang beriman punya doa sebagai bentuk cinta yang agung kepada sang Illahi Rabbi. Dan aku terus percaya bahwa aku akan menggapai doa. Bagaimana tidak? Aku lebih dari sekedar percaya, engkau hanya pernah terbetik sendiri dalam hatiku, namun Tuhan menghadirkanmu lebih dari yang ku minta. Sungguh menakjubkan bukan? Siapa sangka, bahwa hati hanya berbisik tanpa suara, namun Yang Maha Mendengar telah mendengarku.

Bersambung…………………………………….

Bersambung…………………………………….












Kamis, 13 Juni 2019

Cahaya di Atas Cahaya - Edisi 2 -

                    Cahaya di Atas Cahaya Pena_dahlia11 Edisi 2 Duhai Yang Menentukkan Kehidupan adakah ku temui dia sekali lagi ...