CAHAYA DI ATAS CAHAYA
19 Juni 2019
Pena_Dahlia11
@mauliddin_nuur1108dahlia
Cahaya di antara warna kehidupan
Ada kisah yang ku ukir dengan keanggunannya
Halusnya perasaanmu tak tersentuh
Aku terpukau dengan hati yang bijaksana
Yang ku mau, tetaplah sesederhana ini
Aku kan terus membersamai mu.
Di dalam Sanubariku,tak mampu mengelak
Ikatan ini,kuat merasuk ke dalam sukma
Aku tetap terpukau
Tentang sinar matamu yang terpancar indah
Aku masih memandangmu
Senyum mu menghiasi seluruh bahagia di hati
Curahan kebeningan jiwa itu
Ada dan bersemai indah di qalbu
Hanya menyinari hakikat ketulusan
Anugerah tak terganti dari Tuhan Semesta Alam
Yang dia titipkan untukku
Akan ku jaga,hingga akhir nafasku di atas dunia.
“Duhai kisah, ajari aku agar ku temui jawaban dari sebuah pertemuan, dengan hati seluas samudra engkau persembahkan arti kejujuran diri, hadirmu memberi ketegaran, pergimu menguatkan jiwa, Indah pribadimu kasih memberikan bahagia”
Di pagi yang indah, bulir embun masih di sini setia menemani tak ingin beranjak pergi, ku ungkapkan rindu pada nama yang ku ingat dengan jelas dengan raut wajah bersahaja. Cahayamu indah mengingatkan ku pada baik dan lembutnya hati. Tiada kata yang mampu menggambarkan betapa aku begitu menghargaimu dengan setulusnya. Aku hanya terus bersyukur atas segala Anugrah ini, sejujurnya terkadang aku benar-benar merasa tak pantas menerima ini semua, Namun CintaMU menguatkan keyakinanku atas segala KuasaMU yang bertahta megah di atas ArsyMU.
Dalam bersahajanya ayunan angin di pagi hari, Suara Murrotal Q.S An Nuur dari Syeikh Salman Al Utaybi begitu menggetarkan jiwa. Berikut terjemahannya….
“ALLAH (pemberi) cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya ALLAH, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara yang di nyalakan dengan minyak dari pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak di sentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), ALLAH membimbing kepada cahayaNYA siapa yang Dia kehendaki, dan ALLAH membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu.
(Q. S AN NUUR:35)
Ketika hati begitu tergetar mendengarkan bacaan syahdu dan penuh hikmah dari Q.S An-Nuur, ku mulai jauh berpikir, duhai….betapa Indahnya Cahaya ALLAH, adakah aku kelak akan sampai berjumpa PadaNYA. Kini ku merindu, mengungkapkannya dalam bait-bait kata dan puisi dalam tulisan “Cahaya di Atas Cahaya”. Aku hanyalah insan yang mengukir kisah karena Rindu Perjumpaan padaNYA. Ku jalani kehidupan bersebab Cinta dan RidhoNYA, dan DIA memilihkan kamu sebagai temanku berjalan di atas roda-roda kehidupan yang berputar melewati masa dan ruang waktu yang tak dapat ku prediksi bagaimana gelora dan permainannya.
Ketahuilah duhai yang terpilih, untuk pertama kalinya aku jujur pada diriku, mengakui seluruh Karunia tak terganti, tak ku palingkan wajahku untuk menjauhimu, dan tak ku beranjak dari sisimu meski mungkin engkau yang akan memintanya. Aku akan terus memastikan bahwa kamu akan selalu baik-baik saja. Terima kasih telah hadir sebagai jawaban dari seluruh pertanyaanku. Semoga yakinku adalah Keyakinan berlandaskan Iman Kepada TakdirNYA. Jika waktu berganti, tentu aku masih tetap ingin membersamai hingga SyurgaNYA.
Edisi masih akan bersambung yaaaa………………..
Nantikan Edisi berikutnya……….

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus����
BalasHapus🌷😚
BalasHapus